Gelar Rembuk Tani dan Pameran UMKM Pertanian


Sragen, Kabarsukowati- 10/12. Luluk Nur Hamidah kini semakin lekat di hari rakyat. DPR RI komisi IV dari fraksi PKB itu, mengadakan rembuk tani dan pemeran UMKM bersama masyarakat. Acara tersebut berlangsung di Balai Desa Bedoro, Kabupaten Sragen. Dihadiri oleh Dr. Muhaimin Iskandar, M.Si selaku Wakil Ketua DPR RI.


Rembuk tani dan pemeran UMKM dihadiri oleh ratusan petani dari latar belakang yang beragam. Kelompok tani, Gabungan kelmpok tani, dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Sragen.

Rembuk tani berjalan dengan khidmat dan riang gembira. Dalam kesempatan itu, perempuan yang akrab disapa ‘Mbak Luluk’, memberikan berbagai macam bantuan kepada kelompok petani. ada 600 ratus petani yang hadir dalam pegelaran terlihat bahagia. Pasalnya, politisi perempuan itu yang menjadi perwakilan mereka di Parlemen, menjalankan tugasnya sesuai amanah yang diterima dari masyarakat.

Di acara terebut, berlangsung juga serah terima bantuan. Total terdapat 29 bantuan diberikan pada petani yang hadir dalam pagelaran, yaitu: bantuan rumah produksi holtikultura, 35 unit traktor roda dua, Traktor roda empat, 12 unit Cultivator, 12 unit motor roda tiga, 28 unit pompa air, 60 unit Hand Sprayer, 10 unit pengelolahan pupuk organik, 15 unit bantuan pekarangan lestari, 5 Paket jalan usaha tani, dan ternak sapi 5 paket, ternak kambing 5 paket. Bantuan rawat Ratoon Tebu 200 hektar, bantuan bawang merah 20 Hektar, bantuan benih Cabe 20 Hektar, bantuan benih jagung 1.500 hektar, benih padi 2.500 hektar, bantuan Kawasan buah 20 hektar, bantuan rumah burung hantu 3 unit, bantuan budi daya ikan system Bioflok lima paket, bantuan 1 juta ekor benih ikan, bantuan alat penangkapan ikan kepada 200 Nelayan Waduk Kabupaten Sragen, bantuan Cool Box 20 unit, bantuan Kawasan budidaya ikan Nila dan Patin, bantuan mesik pakan, bantuan kebun bibit rakyat 10 paket, dan bantuan 3 paket Instalasi pengolahan air limbah, dan mobil angkutan holtikultura.

Petani menilai sangat penting adanya bantuan teersebut. Sebab hal itu sangat berhubungan dengan tingkat produktifitas pertanian dan hasil tangkapan laut. Seperti rumah produksi holtikultura, traktor,dan alat teknologi lainnya guna untuk memajukan sistem pertanian yang bekelajutan. Ditandai integrasi teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan terbaharukan. 

Luluk Nur Hamidah menakankan bagi petani agar berdaya dengan melakukan pelbagai macam inovasi. Terutama pentingnya membangun system yang koheren dari hulu ke hilir. Mulai dari pembibitan, penerapan teknologi ramah lingkungan, penggunaan pupuk hingga bentuk usaha tani. Hal itu penting sekali untuk dijalankan. Supaya petani lokal mampu bersaing dalam tuntutan globalisasi pertanian. Tidak hanya konsen meningkatkan produktifitas, petani harus berdaya saing dalam proses pemasaran hasil pertanian. Dengan pembentukan sistem terintegrasi, petani bisa mewujudkan kedaulatannya.

Selian itu, bantuan instalasi pengolahan air limbah juga memberikan sumbangsih besar bagi keberlanjutan lingkungan hidup dan mengurangi dampak buruk yang terjadi pada lingkungan sekitar. Artinya, aspek berkelanjutan lingkungan sangat penting untuk diperhatikan. Pertanian yang baik selalu mengedepankan keseimbangan antara laju produktivitas dan keberlangsung daya dukung ekologis yang baik.

Politis perempuan dari partai PKB itu, juga berharap bantuan ini bisa mengurangi angka ketimpangan petani. Baik petani kebun ataun pun laut (nelayan) Terutama dalam mengakses sarana produksi berupa alat-alat pertanian, bibit, dan Kawasan buah, juga rumah produksi. Bagi nelayan waduk, pemberian bantuan berupa alat penangkapan ikan dan benih ikan turut mempermudah nelayan untuk memutus mata rantai permaninan tengkulak pemasok benih yang kerapkali membuat petani terkapitalisasi oleh permainan rente.

Rembuk tani ini menandakan adanya kerjasama yang saling terhubung antara masyarakat dengan pelbagai elemen, khususnya pemerintah. Terbentuknya suatu konektivitas yang kuat untuk mendukung kesejahteraan petani.

Tinggalkan Komentar

Komentar