Suara Petani NU Sragen: Melangkah Bersama Menuju Kemandirian Pangan

SIDOHARJO, Kabarsukowati - Bertempat di Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, sebuah acara konsolidasi tak hanya menjadi pertemuan rutin, tetapi juga sebuah panggilan untuk mengukuhkan semangat kolektif dalam menghadapi tantangan di bidang pertanian. Desa Taraman menjadi saksi bisu akan semangat yang membara di antara para petani Nahdlatul Ulama (NU), yang bersatu dalam upaya menciptakan kemandirian pangan melalui pertanian organik.

Mereka berkumpul di bawah bendera Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) PCNU Sragen,Minggu (12/05). Kegiatan ini menggandeng berbagai pihak termasuk Pengurus PCNU Sragen, Ketua Tanfidziyah MWC NU Sidoharjo, dan Ketua KTST (Kadang Tani Sarwotulus), PWNU Jateng. Suasana khidmat terasa ketika lagu-lagu kebangsaan menggema diantara sambutan dan diskusi yang mengalir lancar.

Pada acara tersebut, tak kurang dari tokoh-tokoh agama memberikan pandangan mendalam tentang pentingnya pertanian sebagai jihad yang serius. KH. Dr. Amin Ari Wibowo menggugah hati para petani dengan menekankan pentingnya inovasi dan kerja sama yang erat dalam mengembangkan pertanian organik. Sementara itu, KH. Mustofa dari KTST Jateng memberikan wacana tentang perlunya memprioritaskan produksi pangan sehat, dengan menekankan penggunaan pupuk organik sebagai solusi.

Namun, diskusi tak hanya berhenti pada pertanian semata. Isu-isu kesehatan dan kemandirian pangan juga menjadi sorotan utama. KH. Ubaidillah Shodaqoh menyuarakan keprihatinan akan pola makan yang tidak sehat yang mengakibatkan stunting pada anak-anak. Pemberian makanan sehat menjadi poin penting yang diangkat, seiring dengan upaya menciptakan pangan yang berkualitas dan aman.

Ketua LPPNU Sragen, Wardi menutup acara dengan penuh harap, mengajak para petani untuk bersama-sama membangun masa depan pertanian yang lebih baik. Fokus ke depan mereka adalah pembuatan pupuk mandiri, pemahaman akan kondisi lahan, dan penekanan biaya dalam pertanian. 

Dalam langkah-langkah kecil ini, mereka berharap bisa memberikan dampak yang besar, bukan hanya bagi masyarakat di Sragen, tetapi juga untuk Indonesia secara keseluruhan. Dengan semangat yang membara dan komitmen yang kuat, mereka melangkah bersama menuju kemandirian pangan yang mereka impikan.

Tinggalkan Komentar

Komentar