Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Sragen, Suplai Naik 300 Persen

SRAGEN, Kabarsukowati– Pertamina mengambil langkah cepat dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa wilayah di Kabupaten Sragen untuk memastikan distribusi tabung LPG 3 kilogram berjalan lancar. Sidak ini dilakukan setelah meningkatnya keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan LPG 3 kg di pasaran. Sejak awal September, Pertamina telah menambah suplai LPG hingga 300 persen dari kuota normal untuk menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Pertamina bersama Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Sragen memantau langsung agen dan pangkalan LPG di Sragen pada Minggu (7/9). Mereka juga melihat kebutuhan LPG untuk sektor pertanian dan UMKM yang sangat bergantung pada LPG 3 kg.
Executive General Manager RJBT PT Pertamina Patra Niaga, Aribawa, menyampaikan bahwa peningkatan permintaan LPG di Sragen salah satunya dipicu oleh musim tanam padi, mengingat Sragen dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di wilayah Eks Karesidenan Surakarta.
“Mulai 1-10 September, kami menambah suplai hingga 87.200 tabung untuk mencukupi permintaan. Pada Agustus, kami juga sudah menambah 40.240 tabung. Secara keseluruhan, penambahan suplai sejak Agustus mencapai 300 persen dari rata-rata harian normal sebanyak 40.000 tabung,” jelas Aribawa.
Pertamina memantau langsung distribusi di lapangan, termasuk ke wilayah Sidoharjo untuk mengecek stok di sektor pertanian dan warung makan. Dari hasil pengecekan, stok LPG 3 kg masih tersedia dan harga di lapangan relatif stabil, berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per tabung dari tangan ketiga.
“Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan LPG. Kami pastikan penambahan suplai sesuai kebutuhan di lapangan,” tambahnya. Menurut Aribawa, stok LPG di pangkalan saat ini cukup untuk 1-2 hari ke depan dengan pembelian yang diatur maksimal 1-2 tabung per orang sesuai kebutuhan.
Saat ini, Sragen memiliki 24 agen dan 1.666 pangkalan LPG yang tersebar di 20 kecamatan. Aribawa juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan LPG agar segera melapor melalui jalur komunikasi yang disediakan Pertamina.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Diskumindag Sragen, Widya Budi Mudhita, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan antisipasi sejak awal. Kenaikan permintaan juga dipengaruhi oleh kebutuhan pertanian yang maju lebih cepat dari jadwal. 
“Kami berharap agen dan pangkalan bisa mengantisipasi permintaan agar tidak terjadi panic buying. Pembelian sebaiknya sesuai kebutuhan, jangan melebihi 1-2 tabung,” ujarnya.
Dengan upaya ini, Pertamina dan Diskumindag Sragen berharap situasi distribusi LPG 3 kg dapat kembali normal, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik dan stabil.(Aza)

Tinggalkan Komentar

Komentar