Merayakan Tradisi, Menguatkan Identitas: Sragen Gelar Festival Mangkubumen dan Pasar Rakyat


SRAGEN, Kabarsukowati– Suasana Halaman Pemda Terpadu Kabupaten Sragen tampak semarak saat Festival Mangkubumen dan Pasar Rakyat digelar pada Kamis (9/7). Mengusung tema "Sambang, Sambung, Sragen", kegiatan tersebut menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya, bazar UMKM, serta pasar rakyat yang dapat dinikmati masyarakat sejak sore hingga malam hari.

Sejak pukul 15.00 WIB, masyarakat mulai berdatangan untuk menyaksikan rangkaian acara sekaligus mengunjungi stan-stan UMKM yang berjejer di area festival. Beragam produk lokal ditawarkan, mulai dari kuliner tradisional, jajanan kekinian, minuman, kerajinan tangan, hingga hasil olahan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Sragen.

Area pasar rakyat menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi. Pengunjung tampak menikmati suasana dengan berkeliling dari satu stan ke stan lainnya, mencicipi aneka makanan, hingga membeli produk yang dipasarkan para pelaku UMKM. Kehadiran pasar rakyat tidak hanya menjadi pelengkap festival, tetapi juga membuka peluang promosi bagi produk-produk lokal.

Di sisi lain, panggung budaya menyuguhkan berbagai penampilan seni yang berhasil menarik perhatian masyarakat. Acara sore diawali dengan penampilan Marching Band SMK Negeri 2 Sragen, dilanjutkan penampilan dari Sanggar Sanitya Swara, Sanggar Bromastra, Tari Maharaya SMP Negeri 4 Sragen, Sanggar Jaladhara, Sanggar Tari Actiyaraga, hingga pertunjukan Reog yang mendapat sambutan meriah dari penonton.

Sorak tepuk tangan terdengar ketika para pemain Reog menampilkan atraksi di atas panggung. Banyak pengunjung mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka.


Salah seorang penonton, Rizky Pratama, mengaku baru pertama kali menyaksikan pertunjukan Reog secara langsung.

"Saya baru pertama kali melihat Reog secara langsung. Selama ini cuma lihat di media sosial atau video. Ternyata suasananya jauh lebih seru, musiknya terdengar lebih hidup dan atraksi para pemainnya benar-benar menarik. Rasanya senang bisa menyaksikan langsung kesenian seperti ini," ujarnya.

Memasuki malam puncak, pertunjukan budaya berlanjut dengan pentas Macapat, Tari Jejak Juang Sang Pangeran di Tanah Merdeka, Tari Golek Kutut Manggung, serta Tari Beksan Lawung Ringgit Kraton Yogyakarta. Masyarakat tampak tetap antusias menyaksikan setiap penampilan hingga acara berakhir.

Di antara para penonton, Siti Aminah, warga Sragen, mengaku sengaja datang bersama keluarganya karena sang anak menjadi salah satu penampil dalam festival tersebut.

"Anak saya ikut tampil bersama salah satu sanggar tari. Kami datang dari sore supaya bisa melihat seluruh rangkaian acara. Saya bangga karena anak-anak diberi kesempatan tampil di panggung seperti ini. Selain melatih kepercayaan diri mereka, kegiatan ini juga mengenalkan budaya kepada masyarakat," tuturnya. (Apriana)


Tinggalkan Komentar

Komentar