Menelusuri Sisa Kejayaan "Mani Gajah" di Bonagung
- Ditulis oleh admin --
- Jum'At, 05 Juni 2026 --
SRAGEN – Belasan tahun silam, Dukuh Bonagung di Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, sempat menjadi pusat perhatian para pemburu batu akik. Wilayah yang terletak di lereng tandus ini dikenal sebagai lokasi penemuan batu "Mani Gajah" yang bernilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Namun kini, aktivitas perburuan tersebut telah sepenuhnya mati dan lokasinya telah berubah menjadi lahan pertanian.
Akses menuju Dukuh Bonagung, khususnya di wilayah RT 24, saat ini masih tergolong sulit. Jalur menuju lokasi penemuan batu tersebut sangat sempit dan mengalami kerusakan di beberapa titik. Kondisi geografisnya didominasi oleh lereng gersang yang kini dimanfaatkan warga sebagai sawah tadah hujan dan perkebunan pohon jati.
Menurut salah seorang warga setempat, Parmi (55), masa kejayaan perburuan batu Mani Gajah terjadi sekitar 15 tahun lalu. Pada masa itu, banyak warga luar daerah maupun setempat yang berbondong-bondong mengais rezeki di kawasan tersebut.
"Dulu harganya bervariasi tergantung ukuran dan kualitas bahan. Ada yang Rp300 ribu, Rp500 ribu, bahkan sampai Rp1 juta lebih untuk ukuran besar. Sementara untuk ukuran sekepalan tangan dihargai sekitar Rp100 ribu," ujar Parmi saat ditemui di kediamannya.
Parmi menjelaskan, batu Mani Gajah memiliki karakteristik yang membedakannya dengan batu biasa. Ciri utamanya terletak pada bagian dalam batu yang memiliki corak atau "biji" berwarna kuning murni. Lokasi penemuannya berada di kawasan hutan perkebunan jati yang terletak di lorong kiri jalan masuk perkampungan, dengan jarak yang relatif dekat dari pemukiman.
Saat ini, seluruh area bekas galian batu tersebut telah diratakan kembali oleh warga dan dialihfungsikan menjadi area persawahan tadah hujan. Aktivitas pencarian secara massal sudah tidak terlihat lagi.
Meski demikian, Parmi menyebut bahwa pemesanan secara khusus masih memungkinkan jika dicari oleh warga yang mengetahui medan dan sisa-sisa titik persebaran batu tersebut.(Aza)
Komentar