Kurangi Sampah, Karangan Bunga diganti Bibit Pohon

SRAGEN, Kabarsukowati – Serah terima jabatan kali ini bakal sedikit berbeda. Lantaran biasanya karangan bungan bertebaran. Namun kali ini sedikit berbeda, yakni diganti dengan berbagai bibit pohon dan tanaman. Langkah ini sebagai bentuk komitmen Sigit Pamungkas – Suroto dalam pelestarian lingkungan.


Juru Bicara Sigit Pamungkas – Suroto, Eko Wijiono menyampaikan pada sertijab Jumat (21/2), bentuk ucapan selamat sedikit berbeda. Jika biasanya berupa karangan bunga, namun kali ini menggunakan bibit pohon. Baik pohon yang berbuah maupun tidak.

Lantas ini menjadi langkah kreatif yang akan diteruskan untuk pelestarian alam di Sragen. “Salah satu visinya yakni dalam bidang infrastruktur, tidak hanya bagus tapi juga indah. Jadi nanti tepi jalan di Sragen akan ditanami berbagai macam pohon yang rindang dan indah,” ujar Eko.

Dia menyampaikan tidak sekedar indah, namun juga mendukung program penghijauan yang berdampak secara nasional dan dunia. “Ini akan bagus kalau di setiap event tidak hanya karangan bunga, tapi juga bibit pohon. Nanti kualitas oksigen juga semakin bagus,” ujarnya.

Sementara itu kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sragen Rina Wijaya menyampaikan sementara terdata ada 50 bibit pohon yang dikirim ke Pendopo Rumah dinas Bupati. Pendopo jadi Lokasi untuk pelaksanaan Sertijab dari Bupati Yuni ke Bupati Sigit.

”Konsepnya ini Go green, ada yang beralih ucapan selamat diwujudkan bibit pohon. Salah satunya pengurangan sampah. Kalau karangan  bunga, produksi sampah sekitar 20-25 kg per karangan bunga,” ujarnya.

Selain itu di karangan bunga ada bahan yang sulit diurai maupun diolah. Lantas dengan ini bisa pengurangan dengan 50 benih bohon ini. ”Selain itu, dengan ucapan selamat bibit pohon ini bisa menjaga iklim dan produksi,” terangnya.

Pihaknya menyampaikan soal benih pohon ini sementara akan diletakkan di Rumah dinas. Kemungkinan akan dilakukan aksi tanam setelah bupati menjalani retreat.(aza)

Tinggalkan Komentar

Komentar