Direktur SDM Bulog Turun ke Sawah, Minta Petani Komitmen Jaga Kualitas

SRAGEN, Kabarsukowati – Perum Bulog terus berupaya memastikan kesejahteraan petani dengan memberikan kemudahan dalam pembayaran hasil panen. Pada musim panen ini, Bulog menetapkan harga Rp 6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP), namun petani diminta menjaga kualitas gabah yang disetorkan.

Bulog menggelar penyerapan gabah di Balai Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Selasa (18/2). Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur SDM dan Umum Bulog, Prof. Sudarsono Hardjosoekarto, yang meninjau langsung kondisi petani di lapangan.

Saat ini, harga gabah di tingkat petani mencapai Rp 6.650 per kilogram, sedikit lebih tinggi dibandingkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan Bulog, yakni Rp 6.500 per kilogram. Beberapa petani lebih memilih menjual kepada tengkulak karena mereka menawarkan harga lebih tinggi dan proses pembelian yang lebih mudah tanpa banyak persyaratan.

Namun, Sudarsono menegaskan bahwa Bulog memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, mereka tetap berkomitmen untuk menyerap gabah sebanyak mungkin dengan harga yang telah ditetapkan.

“Bapak Presiden sangat mencintai petani dan ingin mereka sejahtera. Pemerintah tidak hanya membantu saat produksi, tapi juga saat panen. Oleh karena itu, BULOG hadir untuk memastikan harga tetap stabil dan petani tidak dirugikan,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas gabah agar dapat disimpan sebagai cadangan beras nasional. “Gabah kering panen sebaiknya dipanen sesuai usia agar kualitasnya terjaga. Saat musim paceklik, cadangan beras ini akan sangat berguna bagi kita semua,” tambahnya.

Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Sragen, Saiful Hidayat, menjelaskan bahwa proses yang dilakukan Bulog bukan untuk menghambat penyerapan gabah, tetapi untuk memastikan mekanisasi produksi berjalan lancar.

“Gabah yang bersih adalah yang bisa masuk ke mesin. Jika kotor atau bercampur jerami, akan menghambat proses produksi. Saya kira petani bisa menerima ini, apalagi persentase pengurangan berat saat ditimbang ulang hanya sekitar satu hingga dua persen,” jelas Saiful.

Sementara itu, Kepala Desa Kecik, Sukidi, menyambut baik program ini dan berharap adanya dukungan tambahan bagi petani. “Ini angin segar bagi kami. Dengan harga gabah Rp 6.500 per kilogram, petani bisa bernapas lega. Tapi kami juga sangat membutuhkan bantuan dryer untuk mengatasi masalah pengeringan saat musim hujan,” harapnya.

Dengan adanya program penyerapan gabah oleh Bulog, diharapkan kesejahteraan petani tetap terjaga dan harga gabah tetap stabil, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dalam rantai distribusi pangan nasional.(Aza)


Tinggalkan Komentar

Komentar