AKBP Dewiana Syamsu Indyasari Resmi Jabat Kapolres Sragen
- Ditulis oleh admin --
- Rabu, 30 Juli 2025 --
Sambutan Pedang Pora, Harapan Baru untuk Sragen yang Lebih Baik
SRAGEN, Kabarsukowati – Momen penuh haru dan kehormatan menyelimuti halaman Mapolres Sragen, Rabu (30/7). Tradisi pedang pora yang megah mengiringi langkah AKBP Dewiana Syamsu Indyasari memasuki gerbang kepemimpinan sebagai Kapolres Sragen yang baru. Ia resmi menggantikan AKBP Petrus Parningotan Silalahi, membawa harapan baru bagi keamanan dan kenyamanan warga Sragen.
Kesan pertama sang Kapolres pun begitu membekas.
“Kesan saya tadi malam saya tiba di Sragen itu luar biasa, mirip kampung halaman saya di Cilacap. Kotanya tenang, bersih, rapi,” ujar AKBP Dewiana.
Pernyataan itu mengalir tulus dari sosok perwira menengah yang sarat pengalaman, namun tetap merakyat. Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan tongkat estafet yang telah dibangun pendahulunya.
“Mudah-mudahan kami bisa melanjutkan amanah ini dengan baik, apa yang sudah selama ini diprogramkan Pak Petrus. Saya akan bersinergi dengan stakeholder terkait, bersama-sama mengawal situasi Kamtibmas di Sragen tetap kondusif, sehingga pelaksanaan pembangunan dan program pemerintah yang harus dilaksanakan dapat berjalan dengan baik sesuai target pemerintah dan pimpinan,” jelasnya.
Perjalanan karier AKBP Dewiana bukan sekadar catatan singkat. Ia telah melewati berbagai penugasan di berbagai wilayah strategis. Mulai dari Polda Metro Jaya Reserse Narkoba, Direktorat Kamsel Polda Sulawesi Selatan, hingga Mabes Polri. Ia juga pernah memimpin di tingkat Kapolsek, bertugas di PTIK, SSDM Polri, dan menimba pengalaman penting di Sespimen sebelum akhirnya mengabdi di bumi Sukowati.

Respons Terhadap Potensi Gesekan dan Komitmen Kemanusiaan
Sebagai Kapolres perempuan pertama di Sragen, AKBP Dewiana langsung menyoroti beberapa isu yang kerap menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah potensi gesekan antarperguruan silat yang selama ini cukup meresahkan.
“Tentu ini diantisipasi. Kapolres lama membuat SOP metode pengamatan, kolaborasi dengan Ketua dan pengurus internal dari berbagai cabang silat dan terjalin dengan baik,” paparnya.
Ia berjanji akan melanjutkan sinergi itu dan mendekatkan diri ke komunitas pencak silat sebagai bagian dari strategi menjaga kondusifitas daerah.
“Dan saya kesempatan pertama akan melanjutkan itu, akan bersilaturahmi dan mudah-mudahan ke depannya terjaga dengan baik,” benernya.
Tak hanya soal keamanan fisik, AKBP Dewiana juga membawa komitmen kuat untuk menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan. Ia menekankan pentingnya pencegahan dan pendidikan kepada masyarakat.
“Jadi pertama ke depannya giat preventif, preemtif, edukasi, dan turun anggota mencoba kerja sama dengan Pemkab Sragen. Kita lihat simpul masalah apa untuk kita formulasikan. Ke depan kekerasan kejahatan anak dan perempuan dapat ditekan,” tegasnya.
Jika ditemukan kasus yang telah masuk ranah hukum, AKBP Dewiana menegaskan penanganannya akan sesuai dengan prosedur dan memberi efek jera.
Lebih dari sekadar jabatan, AKBP Dewiana datang dengan visi yang menyentuh nilai-nilai kemanusiaan dan moralitas.
“Saya tidak muluk-muluk, hanya ingin sama. Qadarullah di Sragen mendapatkan estafet kepemimpinan Pak Petrus yang memiliki slogan Polres Sragen 'baik',” ujarnya.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh jajaran dan masyarakat Sragen untuk tumbuh bersama menjadi pribadi yang lebih baik. (Aza)



Komentar
pHqghUme
Selesa, 25 November 2025pHqghUme
Selesa, 25 November 2025Selesa, 25 November 2025
pHqghUme
Selesa, 25 November 2025pHqghUme
Selesa, 25 November 2025Selesa, 25 November 2025