110 Kades asal Sragen Demo ke Senayan


SRAGEN, Kabarsukowati  – Lebih dari separuh Kepala Desa (Kades) asal Kabupaten Sragen ikut terjun dalam aksi Demonstrasi di Gedung DPR RI. Langkah tersebut untuk memperjuangkan aspirasi para Kades terkait massa jabatan dan beberapa kebijakan yang dinilai penting.


Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kabupaten Sragen Siswanto menyampaikan ada 110 Kades berangkat ke Jakarta pada Senin (16/1) malam dan mengikuti aksi pada Selasa (17/1) siang idi gedung DPR RI. Kabupaten Sragen sendiri memiliki 196 Desa. Artinya lebih dari setengah berangkat ke Jakarta untuk memperjuangkan aspirasi.

”Keberangkatan mereka iuran pakai uang pribadi atau perorangan, bukan anggaran dari desa. Lebih dari 50 persen kades asal Sragen berangkat. Setelah aksi ini mereka langsung pulang nanti malam,” ujarnya.

Dia menjelaskan ada sejumlah tuntutan agar didengar anggota dewan. Seperti mempercepat gelaran Pilkades pada 2023, sehingga tidak ada moratorium. Kemudian para kades mendesak untuk revisi undang – undang desa seperti massa jabatan. Kemudian mengembalikan UU Desa pada pasal 2 yang dicabut terkait dana desa.  

”Cukup banyak teknis dalam UU Desa yang harus dibahas. Namun yang jelas pada tahun ini harus segera masuk Prioritas Prolegnas 2023,” ujarnya.

Salah satu poin tuntutan yakni perpanjangan massa jabatan kades hingga 9 tahun. Pihak menjelaskan pertimbangan massa Jabatan 6 tahun dinilai terlalu singkat. Karena dalam pilkades, dalam satu tahun dari segi politis, belum bisa kondusif. Lantas tahun kedua hingga ke empat baru bisa melaksanakan pembangunan. Sedangkan tahun ke lima sudah kembali persiapan pemilihan.

Sementara juga tersiar kabar RUU perubahan UU desa tersebut menyamakan massa jabatan perangkat desa dengan Kades. Siswanto secara pribadi menegaskan seharusnya tidak perlu ada perubahan bagi masa kerja perangkat desa. ”Saya rasa dari beberapa asosiasi tidak setuju. Jadi usia sampai 60 itu paten,” bebernya.

Sementara Kades Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kresna Widya Permana menyampaikan pihaknya menjadi salah satu koordinator bus para kades yang berangkat. ”Bus disiapkan dari FKKD Sragen. Di kami ada 30 orang kades. Tapi di kecamatan lain ada yang memakai travel dan kendaraan pribadi,” terangnya.

Terkait situasi di lokasi, dia menyampaikan berjalan tertib dan kondusif. Sayangnya dari Sragen tidak ada perwakilan untuk menjadi juru bicara menyampaikan orasi dalam aksi tersebut.(aza)

Tinggalkan Komentar

Komentar